|
Sudah berberapa waktu yang lalu, saya membeli dan membaca (biasanya hanya membeli buku saja, tidak ada waktu untuk membacanya) Tintin dari Michael Carr. Mula-mula sih biasa-biasa saja, tetapi ketika sampai pada hal 18, yang membawa2 nama Prof Moriarty yang musuh bebuyutannya Holmes (Rastapopoulos, musuh bebuyutannya Tintin) saya nggak tahan untuk tidak mengomentarinya. Maklumkan, itu mengingatkan kita pada Santer (dan Sander) yang nggak mati2 juga itu.
Berikut ini, mengikuti stukturnya Michael Farr, saya mencoba merunut kemiripan lain antara Tintin dan Old Shatterhand. Saya sudah melakukan hal serupa pada kasus Mahesa Jenar vs Old Shatterhand dan Karl May vs Remy Silado (baca: Menjelajah Negeri Karl May).
1. Doyle tidak bisa membikin mati Holmes, demikian juga Herge dan Tintin. [Halaman Kata Pengantar]. Winnetou yang sudah mati (dalam Winnetou III), 30 tahun kemudian (dalam fiksi, kalau dalam dunia hanya 15 tahun saja) dihidupkan kembali oleh KM, dalam Winnetou IV, meskipun dalam konteks spirit/semangatnya.
2. Tintin dimuat pertama kali dalam supplemen koran untuk anak2, Le Petit Vingtieme. [Halaman 7]. Semua cerita Karl May, kecuali Winnetou 1, Old Surehand III, dan satu-dua judul lagi, ditulis pertama kalinya bersambung dalam koran. Sedang cerita untuk remaja, mis. Raja Minyak, dll, semula dimuat dalam media untuk remaja (Sahabat Baik).
3. Dalam Tintin dan Picaros Herge menamai nama jalannya Calle 22 de Mayo, hari ultah Herge [Halaman 8] Karl May memberi nama rumahnya Villa Shatterhand. Kalau tidak percaya, silakan datang ke sana dan ambil potretnya :-)
4. Herge mengolok-olok orang Jerman dengan Boches [Halaman 8], Karl May mengolok-olok orang Jerman dengan Dutchman.
5. Herge ingin menjadi reporter luar negeri [Halaman 12]. Karl May ingin jadi guru, tapi kegusur, izin mengajarnya dicabut, dan muncullah si guru fiksi pra-greenhorn dalam Winnetou I.
6. Kemiripan Tintin dengan Sherlock Holmes [Halaman 18]. Karl May dan Conan Doyle termasuk dalam pengarang2 abad-19 yang mempopulerkan bentuk logika ketiga: Logika Abduksi, selain logika yang sudah ada, yaitu deduksi dan induksi. Warna detektif sangat kental dalam Dunia Karl May.
7. Alexis Remi (ayah Herge) pemilik toko pakaian. [Halaman 20]. Ayah KM adalah penenun.
8. Tintin tidak punya nama belakang [Halaman 24]. Charley tidak punya nama belakang. Charley ini adalah nama asli Old Shatterhand, tentu saja. Kalau pakai lafal Indian ala Winnetou, menjadi Scharlih.
9. Tintin si pahlawan yang terus muda [halaman 26]. Kecuali waktu menjadi greenhorn yang baru lulus dari sekolah, Old Shatterhand umurnya nggak nambah2, selalu 30 tahun. Tentu saja, kecuali Winnetou IV yang bertambah 30 tahun, alias 60 tahun.
10. Tintin serba bisa, termasuk naik kuda dan unta seperte TE Lawrence (Lawrence of Arabia). [Halaman 32]. Wah kalau soal ini jangan tanya lagi, Old Shatterhand dan Kara Ben Nemsi (orang yang sama) adalah jagoannya.Mengalahkan kuda Hongaria yang galak justru menjadi halaman2 awal dari Winnetou I.
11. Tintin tak terkalahkan dalam perkelahian satu lawan satu [Halaman 34]. No komentar.
12. Tintin mengalami 50 kali hilang kesadaran karena dipukul lawan2nya [Halaman 34]. Old Shatterhand? No komentar. Buanyak kali.
13. Akibatnya Tintin mengalami masalah hormon pertumbuhan dan kurangnya libido [Halaman 34]. Old Shatterhand selain nggak tua2, juga nggak kawin2, sampai usia 60 tahun.
14. Tintin perenang yang kuat [Halaman 35]. Old Shatterhand perenang kuat, tetapi lebih karena memakai akal, misalnya mempertimbangkan atau mengikuti arah arus, dan/atau memakai batang gelagah sehingga bisa menyelam untuk waktu yang lama.
15. Tintin penembak jitu [Halaman 36]. No komentar. Old Shatterhand bisa mematahkan tiang dengan tembakan2 dari Senapan Henry yang isinya 25 pelor.
16. Halaman 37, penutup, satu halaman penuh berisi: Lambang Kesempurnaan. Silakan baca saja buku Kehidupan dan Upayaku. Otobiografi Karl May.
ogh
|