Tema Atheisme dalam Old Surehand I  E-mail
Written by Pandu Ganesa   
Thursday, 06 November 2008

Dalam buku Menjelajah Negeri Karl May (nama pengarangnya tidak jelas, mungkin orangnya malah tidak benar-benar ada), disebutkan bahwa seorang anggota Paguyuban Karl May Indonesia memberi kesaksian bahwa hingga di bangku SD klas 5, dia adalah seorang atheis , karena ayahnya mengajarinya begitu sejak kecil. Belakangan, ketika membaca buku Old Surehand I (judul buku versi lama: Llano Estacado) barulah dia tersadar, dan mulai belajar mengenal Tuhan.

Dalam tulisan semi-biografi yang berjudul: "Suka-dukanya Menjadi Karl May", disebutkan bahwa ada beberapa pembaca yang mengaku mulai mengenal Tuhan kembali setelah membaca adegan yang dikenal sebagai "perjalanan malam di Llano Estacado."

Old Surehand I (1894) (jangan keliru dengan Old Shatterhand ya, baca buku Karl May bikin orang harus teliti dengan bahasa Inggris :-) ) ditulis begitu Karl May selesai menulis masterpiece-nya, Winnetou I (1893).

Berikut cuplikannya, percakapan antara si narator (Old Shatterhand) dan seorang atheis berusia 90 tahun, si Raja Cowboy, Old Wabble. "Wajah" keduanya bisa Anda lihat versi komiknya di http://indokarlmay.com. Mirip atau tidak terserah penafsiran masing-masing.

gono/ogh

Dalam buku Menjelajah Negeri Karl May (nama pengarangnya tidak jelas, mungkin orangnya malah tidak benar-benar ada), disebutkan bahwa seorang anggota Paguyuban Karl May Indonesia memberi kesaksian bahwa hingga di bangku SD klas 5, dia adalah seorang atheis , karena ayahnya mengajarinya begitu sejak kecil. Belakangan, ketika membaca buku Old Surehand I (judul buku versi lama: Llano Estacado) barulah dia tersadar, dan mulai belajar mengenal Tuhan.

Dalam tulisan semi-biografi yang berjudul: "Suka-dukanya Menjadi Karl May", disebutkan bahwa ada beberapa pembaca yang mengaku mulai mengenal Tuhan kembali setelah membaca adegan yang dikenal sebagai "perjalanan malam di Llano Estacado."

Old Surehand I (1894) (jangan keliru dengan Old Shatterhand ya, baca buku Karl May bikin orang harus teliti dengan bahasa Inggris :-) ) ditulis begitu Karl May selesai menulis masterpiece-nya, Winnetou I (1893).

Berikut cuplikannya, percakapan antara si narator (Old Shatterhand) dan seorang atheis berusia 90 tahun, si Raja Cowboy, Old Wabble. "Wajah" keduanya bisa Anda lihat versi komiknya di http://indokarlmay.com. Mirip atau tidak terserah penafsiran masing-masing.

gono/ogh


"Bukan begitu maksud saya! Saya tahu, Anda tidak membutuhkan guru. Tapi, saya belum pernah melihat seseorang menunggang kuda dengan tangan terkatup, seolah-olah ia berkuda di bangku doa dan di kursi ratapan. Baru sekarang saya melihatnya, Mr. Shatterhand."

"Bangku doa dan kursi ratapan? Bagaimana Anda bisa menggabungkan keduanya?"

"Itu menurut pendapat saya, Sir."

"Jadi, Anda menganggap doa dan ratapan adalah hal yang sama?"

"Yes."

"Dengar, itu adalah lelucon bodoh!"

"Lelucon? Tapi saya serius!"

"Tidak mungkin! Siapa yang mengartikan doa sebagai ratapan!"

"Saya!"

Saya memandangnya sambil mengernyit, kemudian saya bertanya,

"Apakah Anda sering berdoa?"

"Tidak."

"Atau kadang-kadang saja?"

"Juga tidak."

"Sama sekali tidak pernah?"

"Sama sekali tidak!” angguknya. Nada bicaranya terdengar sombong.

"Ya, Tuhan, saya tidak mempercayainya!"

"Terserah, Anda mau percaya atau tidak. Pokoknya, saya belum pernah berdoa."

"Juga di masa muda Anda, saat Anda masih anak-anak?"

"Juga tidak."

"Apakah Anda tidak punya ayah yang pernah mengajarkan tentang Tuhan kepada Anda?"

"Tidak."

"Juga tidak punya ibu yang mengajarkan cara berdoa kepada Anda?"

"Tidak."

"Apakah Anda juga tidak punya kakak perempuan yang mengajarkan doa anak-anak?"

"Juga tidak."

"Menyedihkan sekali. Sangat menyedihkan! Ternyata di dunia ini ada seorang manusia yang berusia lebih dari sembilanpuluh tahun dan dalam waktu selama itu belum pernah sekali pun berdoa! Sekalipun seribu orang menceritakan hal ini kepada saya, saya tidak mempercayainya, ya, saya tidak akan dan tidak dapat mempercayainya, Sir."

"Karena saya sendiri yang mengatakannya, Anda bisa mempercayainya."

"Mempercayainya? Tapi saya tidak bisa mempercayainya, tidak sama sekali!"

"Saya tidak tahu alasan mengapa menurut Anda, saya mengganggu ketenangan Anda dengan hal sepele yang bagi saya sama saja!"

"Sama saja? Apakah bagi Anda hal itu benar-benar sama saja, Mr. Cutter?"

"Betul sekali!"

"Mengerikan!"

"Pshaw! Saya tak menyangka bahwa Anda adalah seorang pendoa!"

"Pendoa? Saya bukanlah orang seperti itu, jika makna kata tersebut seperti yang dikatakan oleh orang atheis."

"Yang saya maksud memang seperti itu, persis seperti itu. Apakah saya tidak percaya kepada Tuhan? Hmm!"

"Itulah Anda, orang yang tidak percaya kepada Tuhan."

"Dengarlah, jangan merasa hebat, Mr. Shatterhand! Saya adalah seorang gentleman, bukan pengecut. Saya selalu melakukan apa yang saya anggap benar dan saya ingin melihat orang yang menyebut saya sebagai seorang yang tidak bertuhan!"

"Lihatlah saya!"

"Apakah Anda benar-benar serius?"

"Benar-benar serius. Anda telah melakukan apa yang Anda anggap benar, kalau begitu Anda adalah orang yang membuat peraturan sesuka hati Anda. Apakah tidak ada peraturan yang lebih tinggi daripada peraturan Anda?"

"Hmm! Undang-undang Amerika Serikat yang saya patuhi."

"Tidak ada yang lain?"

"Tidak."

"Tidak adakah aturan moral, agama, dan Tuhan?"

"Bagi saya tidak ada. Saya dilahirkan, sudah kenyataannya seperti itu. Saya terlahir seperti apa adanya saya. Itu adalah kenyataan yang kedua. Saya tidak bisa menjadi orang lain, selain diri saya sendiri. Itu adalah kenyataan yang ketiga. Saya sama sekali tidak memikul kesalahan sedikit pun akan siapa saya dan apa yang saya lakukan. Itu adalah kenyataan utama. Yang lainnya tidak masuk akal dan konyol."

"Dengarkan, Mr. Cutter, logika Anda timpang."

"Biarkan seperti itu, Sir! Saya dilahirkan ke dunia ini tanpa ditanyai terlebih dahulu dan saya akan meninggalkan dunia ini juga tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada siapa pun. Oleh karena itu, saya tidak membutuhkan agama ataupun Tuhan."

Comments
Search
joeancient   |125.163.225.xxx |2009-03-08 17:03:34
pshaw! sayang sekali saya belum pernah membaca Old Surehand I...

sepertinya
menarik. kapan2 berburu ahh... hehehe...

salam kenal! saya anggota baru
'persaudaraan' ini^^ mohon bimbingannya...
syairwan  - konteks yang kurang   |118.136.212.xxx |2009-03-09 21:33:04
cuplikan fragmen di atas memang tampak seperti tema atheis. namun jika tidak
berhati-hati, pembaca akan mengartikannya sebagai sebuah pemahaman yang keliru.
yang kurang dari penggalan fragmen di atas adalah "konteks" yang
melingkupinya; kapan, di mana, dalam situasi dan kondisi yang bagaimana
percakapan tersebut berlangsung? jika semua unsur itu terlibat, niscaya tema
atheis pada fragmen ini akan disikapi pembaca sebagai sebuah percakapan cerdas
dari seorang penulis yang sedang mengutarakan pemikiranpemikirannya melalui
ruang (media) fiksi yang kreatif.

salam sehati-sejiwa-seroh
winnnetoufans  - hmm   |125.163.76.xxx |2009-03-17 15:48:44
saya bingung kenapa judul asli "llano estacado "diganti.saya punya buku
terbitan asli pradnya paramitha .howgh
usupra  - Saya pembaca buku Karl May     |125.160.232.xxx |2009-04-13 02:46:42
Assalamu alaikum w.w.
Saya baca buku-buku Karl May waktu SMP sekitar tahun 1965
s/d 1968, waktu itu memang saya punya Taman Bacaan yang saya urus dengan adik di
kota Garut, tapi sayang perjalanan hidup sungguh berbeda hingga saat ini saya
baru ingat bahwa dulu saya adalah kutu-buku, alhamdulillah saya ketemu web ini,
hingga bisa ber-nostalgia.
ogh  - Saya pembaca buku Karl May   |202.93.239.xxx |2009-04-17 09:58:01
@usupra

Coba baca satu buku saja dari yang terbitan sekarang, Winnetou I:
Kepala Suku Apache. Pasti akan terkaget-kaget dengan versi yang sekarang ini.
Lain sekali dengan yang dulu, karena sekarang (versi asli, Jerman) sudah tidak
diringkas lagi, alias untuk semua pembaca, baik remaja maupun orang dewasa.
Bedanya mungkin bisa 25-30% yang dulu tidak ada.
pasarireng   |120.160.237.xxx |2009-06-05 23:30:34
@usupra:

Salam kenal..

Apa masih ada lengkap buku2 tsb?

kalo ada bolehkah
saya mampir dan mohon ijin utk numpang men-scan-nya apabila saya ke Garut?

Jika
boleh,..mohon dikabarkan alamat anda melalui e-mail saya:
pasarireng@gmail.com

terima kasih sebelumnya
ogh   |202.93.239.xxx |2009-04-17 09:47:50
@syairwan

Artikel di atas aslinya adalah teaser/pembujuk untuk memberitahu
calon pembaca bahwa tlah terbit buku Karl May baru dan bahwa ia bukanlah (hanya)
penulis cerita untuk remaja, tetapi juga penulis serius yang sempat menulis
sub-plotting tentang atheisme. Disimpulkan: Karl May adalah penulis yang serius
dengan memakai bermacam tema dalam cerita-cerita petualangannya.
ogh  - hmm   |202.93.239.xxx |2009-04-17 09:55:22
@winnetoufans

Judul "Llano Estacado" yang disebut asli itu
sebenarnya bukan asli, itu adalah judul yang dibuat oleh penerbit di Belanda dan
kemudian diterjemahkan oleh Pradnyaparamita. Di Belanda banyak sekali buku-buku
Karl May terjemahan dan masing-masing mempunyai judul sendiri-sendiri, meskipun
bukunya sama saja.

Karl May sendiri memberi judul buku itu: Old Surehand.
Karena kemudian ada buku-buku lanjutannya, maka buku yang kedua dan ketiga
diberi judul Old Surehand II dan Old Surehand III.

Supaya para pembaca lama
(buku Pradnya paramita) tidak bingung, maka dikasih sub-judul, Old Surehand I:
Oase di Llano Estacado. Buku lanjutannya nanti berjudul Old Surehand II: Di
Jefferson City (belum pernah terbit di Indonesia) dan Old Surehand III:Di Gunung
Setan (judul Pradnya: Gunung Setan di Rocky Mountains).

Semoga puas dengan
penjelasan ini.
Mithra2211  - Pembicaraan terakhir antara Old Shatterhand dan Ol   |125.166.31.xxx |2009-06-27 12:45:13
Saya penggemar karya-karya Dr. Karl May sejak kecil (1955!) dan untunglah
diwariskan buku-buku itu dalam Bahasa Belanda, hardcover, terbitan H.J.W. Becht,
oleh Ayah saya yang juga penggemar berat Winnetou dan Old Shatterhand.
Terjemahan dalam Bahasa Belanda yang sebelum tahun 1950'an indah sekali, dan
lengkap bila dibandingkan dengan naskah aslinya yang dalam Bahasa Jerman. Dalam
"Gunung Setan di Rocky Mountains" dikisahkan pembicaraan yang amat
mengharukan antara Old Shatterhand dan Old Wabble ..silakan, para pembaca yang
budiman, baca sendiri dalam Edisi Indonesia-nya, dan Anda akan sangat terkesan.
Salam hangat untuk Anda semua! Saya telah berbicara. Howgh!
zmartiana   |114.121.71.xxx |2009-06-28 10:15:04
Akhirna Gw temukan keluarga di sini....Winnetou mania....
UDHIEN   |222.124.160.xxx |2009-07-28 10:16:05
salam kenal! saya anggota baru
'persaudaraan' ini^^ mohon bimbingannya, saya
lagi nyari Winnetou IV... info bs email ke mahmudinserang@gmail.com
Only registered users can write comments!

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >