Tetua Suku Berbicara
Filter     Order     Display # 
Date Item Title Author Hits
Tuesday, 04 May 2010 Buku Administrator 377
Tuesday, 02 March 2010 Menyalin, Mengubah, Menambahi = Menggubah Administrator 581
Thursday, 06 November 2008 Tema Atheisme dalam Old Surehand I Pandu Ganesa 3992
Thursday, 31 July 2008 Wawanca dengan Daniel Dhakidae Administrator 1441
Tuesday, 29 July 2008 Wawancara dengan Seno Gumira Ajidarma Administrator 1008
Tuesday, 15 November 2005 Antara Calcuta-Varanasi - (Gola Gong) Administrator 988
Friday, 09 September 2005 Eksotisisme Karl May & Orientalisme Jerman - (Seno Gumira Ajidarma) Administrator 1210
Sunday, 28 November 2004 Winnetou, Old Shatterhand, dan Humanisme - (Kompas, 27 November 2004) Administrator 1110
Tuesday, 05 October 2004 Catatan Ringkas Ashadi Siregar Administrator 1127
Thursday, 19 August 2004 Karl May, Winnetou dan Kesombongan Amerika Administrator 3184
Thursday, 25 December 2003 "Sandhya Kala Ning" Apache? - (Kompas Minggu, 23 Februari 1992) Administrator 1103
Thursday, 25 December 2003 Karl May - (Republika, 29 Oktober 2000) Administrator 994
Thursday, 18 December 2003 Karl May Membuat Saya Kesepian - (Bondan Winarno) Administrator 4731
Wednesday, 17 December 2003 Mencari Kearifan Masa Lalu - (Emil Salim) Administrator 3770
 
<< Start < Prev 1 Next > End >>
Results 1 - 14 of 14
  • Tentang Karl May  ( 16 items )
    Situs ini ada karena Scharliech. Dan semata karena Scharliech. “Scharliech” adalah bunyi ucapan Winnetou, ketua suku tertinggi bangsa Apache saat memanggil saudara sedarahnya Old Shatterhand yang aslinya bernama Charley, alias Kara, alias entah siapa lagi. Supaya tidak terlanjur lupa dengan nama aslinya yang asli, diingatkan bahwa nama lengkapnya adalah Karl Friedrich May, dari Sachsen alias Saxony, Jerman. Terlahir dengan nama Carl Friedrich May (25 Februari 1842 - 30 Maret 1912), May adalah salah satu sastrawan populer Jerman yang karyanya paling banyak diterbitkan, termasuk dalam Indonesia.
  • Karangan Karl May  ( 19 items )

    Wampun adalah “kertas berbicara”. Disini kita bisa melihat karya-karya Karl May. Karya-karya dia sering diselipi dengan “Lieber Leser” alias “Dear Reader” atau “Pembaca yang budiman”. Mungkin karena aslinya tulisan itu dimuat sebagai cerita bersambung di majalah. Dengan teknik itu, narasi cerita terkesan akrab, langsung dan autentik. Di buku “Winnetou I” atau “Ketua Suku Apache” yang asli, kalimat "Pembaca yang budiman" ini dipakai sebagai pembukaan, sehingga menjadi legendaris. Di Indonesia, versi ini bisa dilihat di terbitan PT Dua Tiga Semarang.

  • Padang Perburuan  ( 96 items )
  • Kalau Saya Tidak Salah  ( 20 items )